OKU Timur – Upaya nyata dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di wilayah hukumnya terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Sektor Semendawai Suku III. Hari ini, Aipda Agus Riyanto, selaku Kanit Binmas Polsek Semendawai Suku, melaksanakan kegiatan monitoring dan sambang ke sentra pertanian ubi kayu di Desa Margodadi.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025 ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk dukungan aktif Polri terhadap program swasembada pangan, khususnya komoditas ubi kayu (singkong) yang menjadi primadona di desa tersebut.
“Ubi kayu ini adalah sumber karbohidrat alternatif yang sangat penting. Dengan memantau langsung kondisi lahannya, kami ingin memastikan bahwa proses tanam hingga panen berjalan lancar, terhindar dari gangguan keamanan, dan hasilnya optimal untuk masyarakat,” ujar Aipda Agus Riyanto di sela-sela kegiatannya.
Fokus pada Sinergi Petani dan Keamanan
Dalam monitoring ini, Aipda Agus Riyanto berdialog langsung dengan kelompok tani setempat. Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi antara petani dengan pihak keamanan. Selain membahas teknis pertanian, ia juga memberikan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), seperti:
* Pencegahan Pencurian Hasil Bumi: Mengajak petani untuk aktif melakukan pengawasan bersama agar hasil panen tidak dicuri.
* Waspada Bencana Alam: Mendorong petani untuk cepat melapor jika terjadi potensi bencana yang dapat merusak lahan, seperti banjir atau serangan hama besar.
Kapolsek Semendawai Suku III, ANTONI STEVEN, S.Kom.,M.M, menyatakan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan oleh jajaran Binmas. “Kami ingin Polri hadir di tengah masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Ketahanan pangan adalah tiang utama ketahanan wilayah. Jika hasil panen optimal, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan Kamtibmas pun akan terjaga dengan baik,” tegasnya.
Diharapkan, dengan dukungan dan pengawasan dari pihak kepolisian, produksi ubi kayu di Desa Margodadi dapat terus meningkat dan berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan lokal di OKU Timur









