OKU TIMUR – Komitmen Polsek Semendawai Suku III dalam mendukung kemandirian pangan tidak hanya sekadar semboyan. Hal ini dibuktikan dengan aksi nyata Brigpol Muslih yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan dan monitoring lahan pertanian jagung di Desa Kerujon, K
Jumat (17/4/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari program Polri untuk memastikan ketersediaan pangan di tingkat desa tetap stabil dan proses produksi petani berjalan tanpa hambatan.
Monitoring dari Hulu ke Hilir
Dalam kunjungannya ke hamparan lahan jagung milik warga, Brigpol Muslih melakukan pengecekan mendalam mulai dari kondisi fisik tanaman hingga ketersediaan sarana produksi. Fokus utama monitoring ini meliputi:
Pengawasan Siklus Tanam: Memastikan seluruh tahapan, mulai dari penanaman, pemeliharaan berkala, hingga persiapan masa panen berjalan sesuai jadwal.
Deteksi Kendala Lapangan: Melakukan dialog interaktif dengan para petani untuk memetakan tantangan yang dihadapi, baik itu terkait serangan hama, ketersediaan pupuk, maupun kendala pengairan.
Laporan Solutif: Seluruh temuan dan keluhan petani dicatat secara mendetail untuk dilaporkan kepada pimpinan guna dikoordinasikan dengan instansi terkait sebagai langkah tindak lanjut.
Polri Sebagai Jembatan Aspirasi Petani
Kehadiran Brigpol Muslih di tengah kebun jagung Desa Kerujon disambut hangat oleh warga. Selain memberikan rasa aman, kehadiran personel Polri ini juga menjadi sarana bagi petani untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
“Kami tidak hanya menjaga keamanan secara fisik, tapi juga memastikan roda ekonomi masyarakat, khususnya petani jagung, tidak terhenti. Setiap kendala yang dihadapi petani di Desa Kerujon menjadi atensi kami untuk dilaporkan ke pimpinan agar dicarikan solusi terbaik,” tegas Brigpol Muslih di lokasi.
Dengan adanya pendampingan intensif ini, diharapkan hasil panen jagung di Desa Kerujon tahun ini dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan lokal di wilayah hukum Polsek Semendawai Suku III.









