OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor bisa datang kapan saja, terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan bantaran sungai maupun perbukitan. Memegang prinsip “Sedia Payung Sebelum Hujan”, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka terus menggalakkan langkah preventif dan deteksi dini melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) khusus Penanggulangan Bencana Alam.
Pada hari Jumat (19/06/2026), terhitung mulai pukul 08.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB petang, Unit Patroli Polsek Cempaka melaksanakan penyisiran dan pemantauan titik-titik rawan secara intensif di seluruh Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Cempaka.
Tugas mulia yang mengedepankan keselamatan nyawa masyarakat ini dipimpin langsung oleh Aipda Yudi, dengan mengawal kekuatan penuh sebanyak 4 (empat) personel kepolisian.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan selama giat berlangsung, situasi kewilayahan dilaporkan sangat kondusif. Tidak ada kejadian bencana alam (Nihil), dan dipastikan tidak ada kerugian baik berupa korban jiwa maupun harta benda. Meski demikian, personel Polsek Cempaka pantang menurunkan tingkat kewaspadaannya.
Berbagai upaya terpadu terus dilakukan di lapangan guna menekan risiko fatalitas jika sewaktu-waktu alam kurang bersahabat. Langkah strategis tersebut dibagi menjadi dua fokus utama, yakni:
1. Upaya Mitigasi Bencana:
Pemasangan Rambu Peringatan: Menempatkan rambu-rambu visual di titik-titik jalan yang rawan atau pernah mengalami longsor.
Pemasangan Spanduk: Membentangkan spanduk imbauan kewaspadaan bencana alam di area strategis agar mudah dibaca oleh warga.
Pemantauan Debit Air: Melakukan pengecekan secara langsung terhadap aliran sungai di daerah yang dipetakan sebagai titik rawan banjir.
Patroli Terpadu: Melaksanakan patroli mobilitas menyusuri wilayah untuk memastikan kondisi geografis desa tetap aman.
2. Upaya Pencegahan dan Edukasi:
Warning Sungai Komering: Memberikan imbauan tegas kepada warga, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, agar selalu waspada terhadap fluktuasi ketinggian debit air Sungai Komering.
Sambang dan Binluh: Melakukan edukasi tatap muka (Pembinaan dan Penyuluhan) kepada masyarakat desa agar berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Sinergi Instansi: Melaksanakan koordinasi aktif dengan berbagai instansi terkait di tingkat kecamatan guna menyamakan persepsi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam.
“Giat KRYD Penanggulangan Bencana Alam ini adalah wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Kami tidak menunggu bencana datang baru bergerak, tetapi kami lakukan pemetaan, pencegahan, dan edukasi sejak dini agar masyarakat lebih tanggap dan siap,” tegas Aipda Yudi.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan patroli mitigasi ini selesai pada pukul 18.00 WIB, situasi di wilayah hukum Polsek Cempaka terpantau sangat aman, tertib, dan terkendali. Masyarakat diimbau untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan segera melaporkan ke pihak kepolisian atau perangkat desa jika melihat adanya potensi bahaya alam di sekitarnya.









