Oku Timur, 10 Maret 2026 – Dalam upaya menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Aiptu Triwoko Muji Raharjo aktif melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring langsung ke lahan pertanian cabai milik warga binaannya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan tetap stabil dan petani mendapatkan dukungan maksimal dalam proses produksi.
Monitoring Intensif dari Hulu ke Hilir
Dalam kegiatannya, Aiptu Triwoko melakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi lahan. Tidak hanya sekadar berkunjung, beliau turun langsung memantau setiap tahapan pertanian, mulai dari:
Proses Penanaman: Memastikan bibit ditanam sesuai prosedur teknik pertanian yang baik.
Perawatan Rutin: Memantau sistem irigasi, pemberian pupuk, hingga pengendalian hama yang menjadi tantangan utama petani cabai.
Kesiapan Panen: Memastikan hasil panen nantinya memiliki kualitas yang memenuhi standar pasar.
Menjadi Jembatan Aspirasi Petani
Selain melakukan pendampingan teknis, kehadiran Aiptu Triwoko juga berfungsi sebagai ruang diskusi bagi para petani. Ia mencatat secara detail setiap kendala yang dihadapi di lapangan—seperti kelangkaan pupuk maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
“Pendampingan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan para petani merasa didukung, sehingga produktivitas lahan cabai ini optimal dan mampu menopang kebutuhan pangan daerah maupun nasional,” ujar Aiptu Triwoko di sela-sela kegiatannya.
Seluruh temuan dan kendala di lapangan telah didata untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan guna dikoordinasikan dengan instansi terkait sebagai tindak lanjut solusi bagi para petani.
Melalui sinergi antara aparat dan masyarakat tani, diharapkan kemandirian pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan.









