Oku Timur, 11 April 2026– Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan hijau Desa Cahya Negeri, nampak sosok berseragam cokelat berjalan perlahan di antara tingginya batang-batang jagung. Ia adalah Bripka Andri Suseno, yang tengah melaksanakan monitoring intensif terhadap lahan jagung milik warga setempat.
Langkah monitoring ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan mulus hingga ke akar rumput.
Menyisir Lahan, Menyerap Aspirasi
Sambil memeriksa kualitas tongkol jagung yang mulai berisi, Bripka Andri Suseno berdialog akrab dengan para petani. Kehadirannya memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil bumi.
“Jagung di Desa Cahya Negeri ini adalah aset kita. Jika lahan ini terjaga dari hama dan gangguan keamanan, maka ekonomi warga pun akan terangkat. Kami di sini untuk memastikan keringat petani tidak sia-sia,” ujar Bripka Andri Suseno di sela-sela kegiatannya.
Fokus Utama Monitoring:
Kesehatan Tanaman: Memastikan tanaman jagung tumbuh optimal dan bebas dari serangan hama ulat grayak yang kerap meresahkan.
Keamanan Area Lahan: Mengantisipasi potensi pencurian hasil panen maupun sengketa lahan yang dapat mengganggu kondusivitas desa.
Dialog Solutif: Mendengarkan kendala petani terkait ketersediaan pupuk dan akses pengairan agar dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Sinergi untuk Kedaulatan Pangan
Kehadiran Bripka Andri di tengah ladang mendapat apresiasi tinggi dari warga Desa Cahya Negeri. Mereka merasa tidak berjuang sendirian dalam menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Dengan monitoring rutin seperti ini, Desa Cahya Negeri optimis dapat memberikan kontribusi signifikan sebagai lumbung jagung daerah. Semangat gotong royong antara Polri dan petani menjadi kunci utama dalam menjaga “Emas Hijau” ini tetap tumbuh subur demi kesejahteraan bersama.









