OKU TIMUR – Keamanan pangan bukan hanya soal ketersediaan di ladang, tapi juga tentang kelancaran distribusi hingga ke tangan konsumen. Memastikan hal tersebut, Bripda Yoga Pratama melaksanakan giat monitoring jalur distribusi pangan dan pengawasan harga di Desa Kota Mulya, Selasa (23/12/2025).
Langkah preventif ini diambil untuk memastikan hasil jerih payah petani dapat terserap pasar dengan harga yang adil, sekaligus melindungi warga dari praktik spekulan yang merugikan.
Menutup Celah Penyimpangan Ekonomi
Dalam giat tersebut, Bripda Yoga Pratama fokus pada tiga aspek utama yang menjadi urat nadi perekonomian desa:
Kelancaran Arus Distribusi: Melakukan pengecekan jalur pengiriman hasil panen guna memastikan kebutuhan pokok dapat disalurkan dari petani ke pasar tanpa hambatan teknis maupun pungutan liar.
Antisipasi Penimbunan: Memantau stok pangan di tingkat pengepul dan gudang desa untuk mencegah adanya praktik penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan buatan.
Pengawasan Harga Pasar: Melakukan dialog dengan pedagang dan pembeli untuk memastikan tidak ada permainan harga yang menyimpang dari ketentuan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Tugas kami adalah memastikan rantai distribusi ini sehat. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan sepihak dengan cara menimbun atau mempermainkan harga, karena itu akan sangat membebani masyarakat,” tegas Bripda Yoga Pratama.
Komitmen Polri Menjaga Dapur Warga
Kehadiran Bripda Yoga di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa Polri mengawasi ketat setiap pergerakan komoditas pangan. Dengan distribusi yang lancar dan harga yang stabil, diharapkan roda ekonomi di Desa Kota Mulya dapat berputar lebih cepat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin ketenangan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan ini berjalan dengan tertib, dan hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi penyimpangan distribusi di wilayah tersebut.









