OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Menghadapi potensi cuaca ekstrem di bulan Januari, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka tidak hanya fokus pada keamanan kriminalitas, tetapi juga siaga penuh terhadap ancaman bencana alam. Langkah mitigasi dini terus dilakukan untuk meminimalisir risiko korban jiwa maupun materi.
Pada hari ini, Jumat (23/01/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB, personel Polsek Cempaka melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) khusus Penanggulangan Bencana Alam di wilayah hukumnya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Aipda Dwi Supriyanto bersama empat personel lainnya. Fokus utama kegiatan terbagi dalam dua strategi, yakni mitigasi fisik dan pencegahan melalui edukasi.
Dalam upaya mitigasi, petugas turun langsung ke lapangan untuk memasang rambu-rambu peringatan di titik jalan yang rawan longsor. Selain itu, petugas juga memasang spanduk himbauan serta melakukan pengecekan intensif terhadap debit aliran Sungai Komering untuk mendeteksi potensi banjir kiriman sejak dini.
“Kami memasang tanda bahaya di area rawan longsor agar pengendara lebih berhati-hati. Pengecekan sungai juga kami lakukan berkala. Tujuannya satu, agar jika ada kenaikan debit air, kami bisa segera peringatkan warga,” ujar Aipda Dwi Supriyanto.
Sementara itu, dalam upaya pencegahan, Polsek Cempaka mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli terpadu dan sambang warga. Petugas memberikan edukasi (binluh) kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar selalu waspada terhadap perubahan ketinggian air. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus diperkuat untuk memastikan kesiapan penanganan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.
Kapolsek Cempaka, AKP Romi Fitrayansyah, M.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah prioritas. Polisi harus hadir memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar risiko dapat ditekan sekecil mungkin.
Hingga kegiatan berakhir pada sore hari pukul 17.00 WIB, tidak ada laporan kejadian bencana alam (Nihil). Situasi wilayah hukum Polsek Cempaka terpantau aman dan kondusif, namun kewaspadaan tetap dijaga di level tertinggi.









