Home / Sosial

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:49 WIB

Siaga Cuaca Ekstrem Sepanjang Hari, Empat Personel Polsek Cempaka Pantau Debit Komering dan Pasang Rambu Longsor

OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Kondisi cuaca yang kerap berubah secara fluktuatif membawa potensi ancaman bencana alam hidrometeorologi, seperti banjir luapan sungai dan tanah longsor. Menjawab tantangan alam tersebut demi memastikan keselamatan warga, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka Polres OKU Timur terus menggencarkan operasi mitigasi dan pencegahan secara terpadu di lapangan.

Berdasarkan agenda operasional pada hari ini, Rabu (04/03/2026), yang digelar sejak pagi buta pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB, Polsek Cempaka melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) khusus Penanggulangan Bencana Alam.

Kegiatan siaga bencana ini dipimpin langsung oleh Aiptu Erwin, dengan menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 4 (empat) personel ke berbagai titik rawan di wilayah hukum Polsek Cempaka. Fokus pergerakan petugas dibagi menjadi dua langkah strategis yang berjalan beriringan, yakni Mitigasi dan Pencegahan.

Pada tahapan Mitigasi, petugas mengambil langkah nyata dengan memantau kondisi infrastruktur jalan dan aliran sungai. Keempat personel ini terpantau bahu-membahu memasang rambu-rambu peringatan di titik jalan yang rawan longsor, sekaligus membentangkan spanduk imbauan siaga bencana. Petugas juga memberhentikan sejenak pengendara yang melintas untuk memberikan imbauan langsung agar lebih ekstra berhati-hati saat melewati jalur rawan tersebut.

Baca Juga  Tinjau Lokasi Luapan Sungai Macak, Bupati Enos Salurkan Bantuan Gubernur dan Instruksikan Penanganan Cepat

Selain itu, pada tahapan Pencegahan, patroli terpadu terus diintensifkan dengan menyisir kawasan bantaran sungai. Melalui metode Sambang dan Pembinaan Penyuluhan (Binluh), petugas mengedukasi masyarakat pesisir agar selalu waspada terhadap potensi peningkatan debit air Sungai Komering yang sewaktu-waktu dapat memicu bahaya banjir bandang.

Guna memperkuat jaringan informasi dan penanganan, petugas juga aktif melaksanakan koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait di tingkat kecamatan.

“Hari Rabu ini, sejak pagi kami sudah memetakan dan mengamankan titik-titik yang rawan longsor maupun genangan air. Rambu peringatan dan spanduk sudah kami pasang agar masyarakat lebih waspada. Warga yang bermukim di dekat aliran Sungai Komering juga terus kami ingatkan agar tidak lengah memantau debit air. Keselamatan nyawa warga adalah prioritas tertinggi kami,” ujar Aiptu Erwin di sela-sela memimpin pengecekan di lokasi.

Baca Juga  Pastikan Panen Melimpah, Brigpol Muslih Pantau Langsung Pertanian Sayur Suka Mulya

Kapolsek Cempaka, AKP Romi F. AR., M.H., secara terpisah menegaskan bahwa KRYD Penanggulangan Bencana Alam ini adalah wujud kehadiran negara untuk melindungi rakyatnya. “Mencegah jatuhnya korban adalah tujuan utama kita. Melalui sinergi, mitigasi, dan edukasi yang masif, kita pastikan masyarakat lebih siap, tanggap, dan tangguh jika bencana datang,” tegasnya.

Hingga laporan pada sore hari ini disusun, situasi di wilayah hukum Polsek Cempaka dipastikan dalam keadaan aman terkendali. Tidak ada laporan kejadian bencana alam (Nihil), serta tidak ditemukan adanya kerugian baik berupa korban jiwa maupun harta benda.

Share :

Baca Juga

Sosial

Jadi Jembatan Aspirasi, Briptu Febsuchi Tri Choirul Pantau Langsung Lahan Jagung di Desa Taman Mulyo

Sosial

BHABINKAMTIBMAS LAKSANAKAN PATROLI DAN PENGAMANAN DI KEBUN CABAI DESA KARANG MARGA

Lalu Lintas

Tutup Celah Kriminalitas Rabu Siang, Empat Personel Senior Polsek Cempaka Gelar Patroli Blue Light dan Razia

Sosial

Gencarkan 45 Giat Mitigasi Sejak Pagi, Polsek Cempaka Pastikan Wilayah Bebas Karhutla di Hari Rabu

Sosial

Dukung Swasembada Pangan, Aipda Dwi Supriyanto Laksanakan Monitoring Lahan Jagung di Desa Taraman Jaya

Sosial

Perkuat Sektor Pertanian, Bripka Andri Suseno Edukasi Petani Desa Sriwangi tentang Ketahanan Pangan

Sosial

Bukan Hanya Lahan Jagung: BriptuYoga Pratama Dampingi Peternak Kambing di Bungin Jaya

Sosial

Brigpol Burhanudin Sukri Ajak Petani “Panen” Keamanan di Lahan Jagung Karang Melati