OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Rintangan bentang alam tidak menyurutkan komitmen jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka dalam menekan eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Setiap notifikasi titik panas (hotspot) yang tertangkap radar satelit langsung ditindaklanjuti dengan penyisiran fisik guna memastikan langkah mitigasi berjalan optimal di lapangan.
Pada hari Selasa (29/09/2026), tepat mulai pukul 10.30 WIB, Unit Patroli Polsek Cempaka kembali dihadapkan pada panggilan tugas merespons deteksi hotspot dari pantauan Satelit SNPP (tingkat confidence Medium) melalui Aplikasi Stop Karhutla Polda Sumsel dan BRIN.
Mengandalkan manuver kendaraan roda dua (R2) untuk membelah akses jalan tanah, tugas penyisiran darat ini dikawal langsung oleh dua personel tangguh:
Aipda Yudi Putra
Aipda Rino Riki
Berdasarkan pelacakan titik koordinat navigasi, tim menyisir kawasan di dekat wilayah Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur. Namun, laju penelusuran fisik personel kembali harus membentur rintangan ekstrem. Setibanya di batas wilayah terdekat dari sasaran, laju penelusuran terputus total. Titik episentrum hotspot gagal dijangkau secara langsung lantaran ketiadaan akses yang terhalang sepenuhnya oleh bentangan kanal air dan rapatnya semak belukar pejal.
Dari hasil pengamatan visual dan observasi di titik batas terdekat, area yang terdampak pembakaran merupakan hamparan semak belukar dengan estimasi luasan mencapai 1 Hektare. Hingga saat ini, identitas pemilik lahan tersebut masih belum diketahui dan dalam tahap pendataan. Meskipun titik pusat tidak tersentuh sepenuhnya, petugas tetap memaksimalkan upaya mitigasi di area terluar untuk memastikan tidak adanya pergerakan sisa api.
Seluruh data penelusuran dari lapangan telah didokumentasikan dan berhasil diverifikasi ke dalam sistem Aplikasi Stop Karhutla Polda Sumsel. Melalui langkah sigap ini, Polsek Cempaka memastikan situasi kewilayahan di Campang Tiga Ulu dan sekitarnya tetap terpantau dalam keadaan aman, kondusif, serta terkendali.









