OKU TIMUR – Upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat desa terus digalakkan. Kali ini, inisiatif datang dari anggota Kepolisian, Bripda Yoga Pratama, yang turun langsung ke Desa Kita Mulya untuk memberikan edukasi penting kepada para petani jagung.
Pada hari [Tanggal Kejadian, misal: Selasa, 16 Desember], suasana Balai Desa Kita Mulya terasa hangat oleh antusiasme puluhan petani. Bukan untuk membahas keamanan, melainkan masa depan hasil panen mereka. Bripda Yoga Pratama, yang menjabat sebagai Bhabinkamtibmas setempat, mengambil peran sebagai “Pengawal Pangan Desa” dengan membawakan materi tentang pentingnya diversifikasi dan teknologi tepat guna untuk ketahanan pangan.
Strategi Tiga Pilar Pangan
Dalam paparannya, Bripda Yoga tidak hanya berfokus pada kuantitas, melainkan juga kualitas dan keberlanjutan. Ia menekankan tiga pilar utama bagi petani jagung di Desa Kita Mulya:
* Pemanfaatan Lahan Optimal: Mendorong penggunaan metode penanaman bergilir (rotasi tanaman) untuk menjaga unsur hara tanah, sekaligus memaksimalkan hasil di musim tanam.
* Manajemen Hama Terpadu (PHT): Edukasi tentang cara mengatasi hama tanpa bergantung penuh pada pestisida kimia yang dapat merusak ekosistem dan kesehatan.
* Akses Pasar dan Teknologi: Membantu petani memahami pentingnya koneksi ke pasar digital dan penggunaan bibit unggul tahan cuaca, mengingat tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Kementerian Pertanian, tapi tanggung jawab kita bersama, dimulai dari ladang kita sendiri. Jika hasil panen Kita Mulya kuat, maka pangan kita aman,” ujar Bripda Yoga, yang disambut anggukan setuju oleh para petani.









