OKU TIMUR – Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan nasional terus diperkuat hingga ke sektor peternakan. Kali ini, Kanit Binmas Polsek Semendawai Suku III, AIPDA Agus Riyanto, terjun langsung melaksanakan pendampingan dan monitoring ke lokasi peternakan kambing milik warga di wilayah hukumnya, Sabtu, (28/03/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif dan suportif Polri dalam memastikan ketersediaan sumber protein hewani di tengah masyarakat tetap terjaga.
Monitoring Intensif: Dari Kesehatan Hingga Kesiapan Pasar
Dalam kunjungannya, AIPDA Agus Riyanto melakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi ternak. Tidak sekadar memantau, ia juga berdialog dengan para peternak mengenai pola pemeliharaan yang dijalankan. Fokus utama kegiatan ini meliputi:
Pengecekan Kesehatan Ternak: Memastikan kambing-kambing milik peternak dalam kondisi sehat dan bebas dari wabah penyakit menular.
Standar Perawatan: Memantau kebersihan kandang serta kecukupan asupan pakan berkualitas guna mempercepat pertumbuhan ternak.
Kesiapan Nilai Jual: Memastikan proses penggemukan berjalan optimal sehingga saat memasuki masa panen atau jual, ternak memiliki bobot dan kualitas yang memenuhi standar pasar.
Polri sebagai Mitra Strategis Peternak
AIPDA Agus Riyanto menegaskan bahwa kehadiran Binmas di tengah peternak bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus motivasi agar warga semakin semangat dalam mengelola usahanya.
“Ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada hasil bumi, tetapi juga pada sektor peternakan yang kuat. Kami ingin memastikan peternak di Semendawai Suku III ini bisa mengelola ternaknya dengan lancar hingga siap jual kembali dengan harga yang menguntungkan,” ujar AIPDA Agus Riyanto.
Harapan Kedepan
Melalui kegiatan monitoring rutin ini, diharapkan kendala-kendala yang dihadapi peternak di lapangan dapat segera terdeteksi dan dicarikan solusinya melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Sinergi antara Polsek Semendawai Suku III dan para peternak lokal ini diharapkan mampu menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu lumbung ternak yang mandiri, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.









