OKU TIMUR – Mengantisipasi dampak luapan air Sungai Macak yang kian meluas, jajaran Polsek Semendawai Suku III menunjukkan aksi nyata melalui kolaborasi lintas sektoral di Desa Gunung Sugih pada Sabtu (10/01/2026) siang.
Bukan sekadar peninjauan biasa, kegiatan ini memadukan pengamanan wilayah, pengecekan kesehatan, hingga pemenuhan gizi balita di tengah kondisi terdampak banjir.
Pemetaan Wilayah Terdampak
Kapolsek Semendawai Suku III, IPTU Antoni Steven, S.Kom., M.M., memimpin langsung pengecekan lapangan didampingi Danramil yang diwakili Babinsa Sertu Muklis, serta Kepala UPTD Puskesmas Trimoharjo, Bapak Suhendra.
Berdasarkan data yang dihimpun bersama Kepala Desa Gunung Sugih, Bapak Sunarso, tercatat sebanyak 117 rumah warga kini terendam luapan air dengan ketinggian rata-rata 15 cm. Sebaran rumah terdampak meliputi:
RT 01 & 02/RW 01: 41 Rumah
RT 03 & 06/RW 03: 76 Rumah
Aksi Kemanusiaan: Bagikan MP-ASI di Tengah Genangan
Ada pemandangan berbeda dalam peninjauan kali ini. Di tengah genangan air yang menutupi halaman rumah dan jalan desa, tim gabungan menyapa ibu dan balita untuk membagikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Langkah ini diambil guna memastikan asupan gizi anak-anak di wilayah terdampak tetap terjaga, mengingat kondisi lingkungan yang lembap berpotensi menurunkan imunitas tubuh.
“Kami hadir tidak hanya untuk memastikan keamanan, tapi juga kesehatan masyarakat. Kolaborasi dengan Puskesmas hari ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan kebutuhan dasar balita tetap terpenuhi meski situasi sedang sulit,” ujar IPTU Antoni Steven di sela-sela kegiatannya.
Kewaspadaan Terhadap Satwa Liar
Selain bantuan gizi, Kapolsek juga memberikan imbauan tegas kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat luapan air sudah terjadi sejak Kamis dini hari, potensi munculnya satwa liar seperti ular dan hewan melata lainnya di area pemukiman menjadi ancaman serius.
Hingga pukul 12.00 WIB, situasi di Desa Gunung Sugih terpantau kondusif di bawah cuaca cerah berawan. Meski ruas jalan masih tergenang, kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan masih dapat melintas dengan ekstra hati-hati.









