OKU TIMUR – Semangat kemandirian pangan terus digelorakan oleh jajaran Polsek Semendawai III. Kali ini, Bripka Andri Suseno turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan edukasi dan pembinaan intensif kepada para petani jagung serta warga binaannya di Desa Sriwangi Ulu, Jum’at, 16 April 2026.
Bukan sekadar kunjungan biasa, Brigpol Andri membawa misi besar: mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan sejengkal tanah pun menganggur. Ia mendorong warga untuk menyulap pekarangan rumah dan lahan kosong menjadi “dapur hidup” yang produktif.
Membangun Pertahanan Pangan dari Rumah
Dalam giat pembinaan tersebut, Brigpol Andri menekankan beberapa poin krusial demi kesejahteraan warga:
Gerakan Tanam Pangan Mandiri: Mengajak warga aktif menanam komoditas pangan cepat panen di sekitar hunian. Dengan memanfaatkan lahan kosong, warga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan sayur dan bumbu dapur tanpa harus selalu membeli.
Edukasi Ketahanan Keluarga: Memberikan sosialisasi mendalam bahwa ketahanan pangan yang kuat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Jika setiap keluarga produktif, maka ketahanan pangan desa akan terjaga secara otomatis.
Optimalisasi Lahan Pertanian: Selain fokus pada pekarangan, ia juga memberikan pembinaan kepada petani jagung agar tetap konsisten meningkatkan hasil produksi dengan teknik tanam yang efektif.
“Kita ingin setiap rumah di sini punya tabungan pangan sendiri di pekarangan mereka. Lahan kosong jika kita kelola dengan baik akan menjadi solusi cerdas di tengah fluktuasi harga pangan,” ujar Brigpol Andri Suseno di sela kegiatannya.
Respons Positif Masyarakat
Kehadiran Brigpol Andri yang komunikatif membuat warga antusias. Sosialisasi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif. Melalui gerakan tanam pangan mandiri ini, Desa binaan Polsek Semendawai III diproyeksikan menjadi wilayah yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.









