OKU TIMUR – Konsistensi dalam mengawal kedaulatan pangan terus ditunjukkan oleh jajaran Polsek Semendawai III. Kali ini, fokus pendampingan diarahkan ke wilayah Desa Melati Jaya, di mana personel kepolisian turun langsung ke tengah ladang untuk melakukan monitoring pada lahan jagung dan berbagai komoditas lokal milik warga, Kamis (01/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Polri untuk memastikan sektor pertanian tetap produktif dan menjadi pilar ekonomi masyarakat desa.
Pengawasan Intensif dari Hulu ke Hilir
Dalam giat tersebut, personel Polsek Semendawai III memastikan bahwa setiap tahapan pertanian di Desa Melati Jaya berjalan sesuai harapan. Fokus utama monitoring meliputi:
Inspeksi Kualitas Lahan: Melakukan pengecekan kesehatan tanaman jagung dan memastikan komoditas lokal lainnya tumbuh optimal tanpa gangguan hama yang signifikan.
Pendampingan Siklus Produksi: Memantau secara berkala mulai dari proses penanaman yang tepat, perawatan harian, hingga memastikan kesiapan mental dan teknis petani menjelang masa panen.
Deteksi Dini Kendala Petani
Selain aspek teknis, Polri berperan sebagai pendengar aktif bagi para petani. Petugas di lapangan mencatat secara mendalam setiap hambatan yang dialami, baik terkait distribusi sarana produksi pertanian maupun tantangan alam.
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada hambatan yang memutus rantai produksi pangan. Setiap kendala yang dihadapi petani di Desa Melati Jaya kami catat untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan guna dikoordinasikan solusinya dengan pihak terkait,” tegas personel yang bertugas di lapangan.
Sinergi Demi Kesejahteraan
Melalui pengawasan yang melekat ini, diharapkan produktivitas jagung di Desa Melati Jaya dapat meningkat secara signifikan. Kehadiran Polri di sisi petani diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus semangat baru bagi warga untuk terus mengelola lahan mereka dengan maksimal.
Laporan ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan wilayah secara umum, tetapi juga hadir dalam aspek vital kehidupan masyarakat, yakni ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.









