OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Konsistensi jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka dalam mengawal wilayah dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dibuktikan melalui penyisiran fisik yang presisi. Setiap koreksi titik koordinat di lapangan langsung direspons secara akurat guna memastikan seluruh sumber anomali suhu tertangani hingga tuntas.
Pada hari Selasa (06/10/2026), terhitung mulai pukul 16.30 WIB, Unit Patroli Polsek Cempaka bergerak cepat menindaklanjuti pemonitoran titik panas (hotspot) yang tertangkap oleh Aplikasi Stop Karhutla Polda Sumsel, pantauan LAPAN, serta Satgas Karhutla Sumsel 2026.
Giat penelusuran darat di waktu sore ini diterjunkan dengan kekuatan 3 personel tangguh:
Aipda Eka Agus Wijaya
Bripka Hengki Gunawan
Brigpol Harwani
Berdasarkan panduan awal navigasi satelit, titik sasaran semula mengarah ke wilayah Betung. Namun, berkat ketelitian penelusuran fisik di lapangan, tim berhasil memverifikasi lokasi riil episentrum yang berada di kawasan Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur.
Setibanya di lokasi sasaran, petugas menemukan area terdampak berupa hamparan rawa yang ditumbuhi vegetasi pohon gelam dengan luasan mencapai ± 0,5 Hektare. Dari hasil pengamatan langsung, kobaran api utama terkonfirmasi telah padam dan hanya menyisakan kepulan asap tipis di antara tegakan pohon gelam. Petugas segera memastikan titik sisa asap tersebut terisolasi dan tidak berpotensi memicu kobaran baru.
Mengenai pemicu utama munculnya titik api di lahan rawa tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa status kepemilikan lahan maupun penyebab kebakaran masih dalam tahap Penyelidikan (LIDIK) secara intensif.
Seluruh data verifikasi dan mitigasi fisik di Desa Gunung Jati telah diinput dan disinkronisasikan dengan status Berhasil/Selesai pada Aplikasi Stop Karhutla Polda Sumsel dan Aplikasi Songket. Melalui giat tanggap ini, Polsek Cempaka memastikan situasi kewilayahan di sektor tersebut berada dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.









